Kangen Malang: Kejutan Pertama

Bismillahirrahmaanirrahiim
Selasa, 12 September 2017, memulai pagi dengan rasa optimis kepada-Nya bahwa kegiatan yang telah direncanakan akan dimudahkan Allah. Sejak pukul 07.00 WIB sudah keluar kos dan alhamdulillah diijinkan meminjam motor mbak Hesti untuk wara-wiri. Lalu saya langsung menuju ATM untuk membereskan keuangan Gerai Mentari, kemudian move ke toko bangunan hunting alat penelitian yang belum ada, lalu ke Lab untuk print laporan kemajuan. Ngeprint dan makan berjalan paralel. Pagi itu juga diingatkan kucing untuk bersyukur kepada Allah atas nikmat kesehatan yang telah diberikan. Alhamdulillah, lihat meong yang sedang sakit menyadarkan saya bahwa anugerah kesehatan dari Allah tak boleh disia-siakan.


Setelah selesai print, sayapun menuju Rektorat lantai 5 untuk menyerahkan draft laporan untuk ditandatangi. Sebelum itu diperjalanan singgah sejenak untuk fotokopi. Alhamdulillah mbak Isti pihak LPPM memeriksa dan menerima laporan tersebut. Dengan cepat saya langsung bergegas menuju loket pascasarjana. Ternyata banyak yang antri, saya no 42 dan yang sedang dilayani baru nomor belasan. Tak apa, sabar dan Allah memberi waktu untuk menghela napas.

Disana saya bertemu bu Cut, kawan sekelas IWRM. Beberapa menit kemudian datang mbak Aini lalu lily menyusul. Alhamdulillah ada teman berbincang sembari menunggu. Alhamdulillah tibalah giliran saya, dan saat saya menyerahkan bukti pengambilan, berkas saya belum selesai. Iya, berkas saya adalah tanda tangan tesis. Kemarin, Dekan pascasarjana IPB meninggal. Jadi pihak SPs IPB masih menunggu keputusan Rektor terkait pengganti Bapak Dekan. Mohon doanya kawan untuk Dekan tercinta kami, Alm. pak Dahrul. Al Fatihah...

Kelar dari loket sayapun kembali ke Lab untuk mengambil laptop dan revisi-an. Di Lab masih sempat berbincang dengan Lily, mbak Riani, mas Sep serta saya minta penjelasan mbak Ri perihal revisi. Saya selalu teringat ucapan Dosbing, jika direvisi bersyukurlah masih ada yang mau baca dan memberi saran atas pekerjaan kita.

Setelah dari Lab saya kembali ke Kos dan setengah 12 siang sayapun berangkat ke Stasiun. Alhamdulillah tidak macet dan sampai di stasiun Bogor jam 1 lebih beberapa menit. Menunggu kereta Jakarta Kota dan pukul 13.15 WIB KRL diberangkatkan.

Seperti biasa, saya mau save energi, jadi di KRL saya tidur, sudah terasa seperti di rumah. Saya memang sengaja untuk tidur agar bisa fit dilokasi yang dituju. Ternyata KRL lancar tanpa trouble jadi pukul setengah 2 sudah sampai di stasiun Gondangdia. Benar-benar lancar. Sayapun sampai di stasiun Pasar Senen sebelum jam 14.00 WIB.

Sayapun ke Masjid stasiun. Kemudian setelah selesai bermunajat, saya mencetak boarding pass lalu singgah di DD. Sembari menikmati donat coklat crispi, saya keluarkan laptop dan revisi lalu mengerjakan revisi sampai pukul 15.00 WIB.

Tak seperti biasanya, sayapun santai dalam perjalanan menuju peron 2. Gerbong 3 kursi 10E adalah tempat saya selama belasan jam menuju kota yang dirindukan, Malang. Masuk ke gerbong dan ditempat duduk saya sudah ada wanita paruh baya serta depan saya mbak-mbak yang membuat saya bertanya-tanya. Saat saya sudah nyaman dengan posisi saya dan mbak-mbak itu saling memperhatikan tapi diam. "Fina" itulah satu nama yang muncul, tapi saya takut menyapa, takut salah orang. Sayapun mencoba cek via WA, menanyakan mbak Fina di kereta atau tidak. Lalu dengan senyum keheranan, mbak-mbak depan saya itu berkata "Vita...". Eaaa..benar ternyata, itu mbak Vina, rekan seperjuangan di FIM15. Lalu kamipun berbincang layaknya sahabat yang lama tak bersua. Mbak Fina juga baru pulang dari bertugas Indonesia Mengajar, kamipun bertukar cerita. Ternyata, mbak Fina tidak membeli tiket ini secara langsung. Usut punya usut ternyata Ridho FIM juga yang memilihkan tempat. Terima kasih Ridho telah menjadi perantara Allah yang membuat saya dan mbak Fina bertemu.


Setelah bercerita, kamipun beraktivitas sendiri. Mbak Fina baca buku dan saya mengerjakan revisi. Alhamdulillah dimudahkan Allah, karena wanita yang sebangku dengan saya turun Tegal. Jadi saya bebas menguasai bangku termasuk saat mengerjakan revisian.

Alhamdulillah, alhamdulillah, dalam perjalanan ini saya Allah berikan kemudahan, kelancaran untuk ke Malang, juga diberikan kejutan bertemu kawan lama serta waktu untuk mengerjakan tugas. Semoga perjalanan ini berkah, dan tiada yang kebetulan dari apa yang terjadi pada diri ini melainkan telah ada dalam rencana-Nya. Semoga agenda di Malang dengan waktu yang singkat tapi banyak agenda ini barakah dan mendapat ridho-Nya :')
***
KA Matarmaja, 13 September 2017
Vita Ayu Kusuma Dewi

Comments

  1. Replies
    1. mbak Nisa maaf belum sempat mampir.huhu...langsung balik kemarin mbak ga ada nginep-nginepnya.huhu

      Delete
  2. Aku belum keturutan ke Malangnya. :'D

    ReplyDelete
  3. Kalau dari Jakarta, naiknya juga Matarmaja, ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak angela, bisa matarmaja, majapahit mba kalau dari jkt ke malang

      Delete

Post a Comment

Komentar dimoderasi, yuk sambung silaturahim, saya akan langsung berkunjung balik ke sahabat semua ^^