Dear Ranah Minang, Ijinkan Kita Berjumpa Lagi

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Setelah dari pantai Sasak, sayapun diajak mampir ke rumah adiknya Ibu mbak Tiwi. Sejenak silaturahim lalu kembali ke rumah mbak Tiwi di Kinali. Alhamdulillah, tapi ada satu kabar mengagetkan, travel yang kami pesan jam 3 berpindah jam ke jam 5 sore, sedangkan flight kami tetap jam 9 malam. 


Diantara kebingungan itulah saya mencari travel lain tapi nihil, ada carter. Opsi yang akan kami ambil adalah naik bus dari Kinali ke UNP- lalu lanjut ke Bandara dengan taxi atau Gojek. Tapi disela itu pula, ayah mbak Tiwi bilang kalau akan mengantar kami ke Padang. Allahu Akbar.. kamipun dengan halus menolak tapi tetap Ayah mbak Tiwi berpesan kami akan ketinggalan kalau naik bus, karena belum macetnya. Dengan rasa tidak enak, kamipun mengiyakan. Maafkan kami Pak, baru pertama ke Pasaman langsung merepotkan.

Sebenarnya saya langsung teringat dengan karakter orang tua MJWJ, dulu saya waktu berkunjung ke rumah mbak Atik, ayah mbak Atik langsung mengantarkan kami ke terminal sebelum pulang ke Malang. Lalu dulu saat mbak Lintang main ke rumah, Bapak juga meminta mas Didik mengantarkan sampai ke Caruban. Mama mbak Lintang juga meminta mbak Lintang mengantarkan saya ke Kos. Semoga silaturahim ini terjaga ya Allah, lindungi mereka dan ridhoilah setiap aktivitasnya. Jazakumullah khairan katsir Pak, Buk, mbak Tiwi dan bang Pendra. Sepanjang perjalanan yang sekitar 3,5 jam itu kami berbincang terutama tentang keluarga, dan semoga saja ini makin erat persaudaraannya.


Memandangi setiap petunjuk jalan seperti ke arah Bukittinggi, Mentawai, dan daerah Sumatera Barat lainnya menyisakan satu harapan, semoga, dan semoga bisa kembali lagi ke tanah ini. Semoga bisa mengambil hikmah-hikmah lain di sudut Sumatera Barat yang lain, semoga bisa menjejak entah dengan siapa dan kapan realisasinya.

Sesampainya di Bandara, saya masih sempat bertemu kak Rudi yang sempat saya ceritakan di pos kedua, pemilik penginapan yang membantu saya saat tiba di Sumatera Barat. Alhamdulillah perjalanan penuh dipertemukan dengan orang baik. Kalau saya hitung sejak perjalanan hingga kembali lagi ke Bogor, total saya berada di Sumatera Barat hanya sekitar 40 jam. 

Tidak sampai 2 hari, namun alhamdulillah banyak berkesan, banyak yang bisa diambil. Maafkan belum bisa mampir ke tempat kawan-kawan lain yang ada di Sumatera Barat, semoga, dan semoga ada kesempatan usia untuk berjupa di Ranah Minang ini. In syaa Allah...


Terima kasih telah membaca serial ini sampai akhir, semoga ada yang bisa diambil hikmahnya, semoga bermanfaat apa yang tertulis di sini ^^ Yang kiranya kurang baik silahkan diabaikan ya atau ingatkan saya :’)
***
Koridor AGH, 13 Juli 2017
Vita Ayu Kusuma Dewi
share on facebook

0 comments:

Sekilas Info:



Kotak pada kolom blok komentar ini masih kosong. Maka merupakan suatu kehormatan jika sobat menjadi orang yang paling pertama menuliskan komentar, baik berupa pujian, masukan, kritikan, maupun pertanyaan di kolom komentar yang terletak di bawah kotak ini.

Tak ada yang bisa saya berikan selain ucapan terima kasih karena telah memberikan apresiasi terhadap artikel-artikel saya sendiri maupun ilmu yang telah saya peroleh dari orang lain.

Vheytha

Post a Comment

Komentar dimoderasi, yuk sambung silaturahim, saya akan langsung berkunjung balik ke sahabat semua ^^